KAPASITAS RUAS JALAN PERKOTAAN (Oleh : Ferdian Jamal)

Dalam transportasi perkotaan jalan merupakan infrastruktur yang sangat penting demi kelancaran pergerakan dan lalu-lintas kegiatan. Dengan adanya jalan maka berbagai angkutan/moda transportasi dapat bergerak dari tempat asal menuju tempat tujuannya.  Pemanfaatan ruas jalan untuk pergerakan angkutan tentu saja memili kapasitas yang mampu dilayani olej ruas jalan tersebut. Untuk itu diperlukan perhitungan dalam menentukan kapasitas ruas jalan sehingga layanan yang diberikan oleh ruas jalan tersebut efektif dan efisien atau tidak menimbulkan permasalahan lainnya.

  1. Perhitungan Kapasitas Ruas Jalan

Dalam melakukan perhitungan untuk kapasitas ruas jalan digunakan metode yang dijelaskan di dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) untuk wilayah perkotaan, yaitu:

C = C0 x FCW x FCSP x FCSF x FCCS           (smp/jam)

C           :  kapasitas (smp/jam)

C0             :  kapasitas dasar (smp/jam)

FCW      :  faktor koreksi kapasitas untuk lebar jalan

FCSP      :  faktor koreksi kapasitas akibat pembagian arah (tidak berlaku untuk jalan satu arah)

FCSF      : faktor koreksi kapasitas akibat gangguan samping

FCCS     : faktor koreksi kapasitas akibat ukuran kota (jumlah penduduk)

 

Berikut ini adalah perincian dari tiap-tiap komponen perhitungan kapasitas ruas jalan.

  • Kapasitas Dasar C0

Kapasitas dasar C0 ditentukan berdasarkan tipe jalan sesuai dengan nilai yang tertera pada tabel di bawah ini.

Tabel Kapasitas Dasar (C0)

Tipe Jalan Kapasitas Dasar

(smp/jam)

Keterangan
Jalan 4 lajur berpembatas median atau jalan satu arah 1.650 Per lajur
Jalan 4 lajur tanpa pembatas median 1.500 Per lajur
Jalan 2 lajur tanpa pembatas median 2.900 Total dua arah

Sumber: MKJI, 1997

 

Kapasitas dasar untuk jalan yang lebih dari 4 lajur dapat diperkirakan dengan menggunakan kapasitas per lajur pada tabel di atas meskipun mempunyai lebar jalan yang tidak baku.

 

  • Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Pembagian Arah FCSP

Faktor koreksi FCsp dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Penentuan faktor koreksi untuk pembagian arah didasarkan pada kondisi arus lalulintas dari kedua arah atau untuk jalan tanpa pembatas median. Untuk jalan satu arah dan/atau jalan dengan pembatas median, faktor koreksi kapasitas akibat pembagian arah adalah 1,0.

Tabel Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Pembagian Arah (FCSP)

Pembagian Arah (%-%) 50-50 55-45 60-40 65-35 70-30
FCSP 2-lajur 2-arah tanpa pembatas median (2/2 UD) 1,00 0,97 0,94 0,91 0,88
4-lajur 2-arah tanpa pembatas median (4/2 UD) 1,00 0,985 0,97 0,955 0,94

Sumber: MKJI, 1997

 

  • Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Lebar Jalan FCW

Faktor koreksi FCSP ditentukan berdasarkan lebar jalan efektif yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Lebar Jalan (FCW)

Tipe Jalan Lebar Jalan Efektif (m) FCW
4 lajur berpembatas median atau jalan satu arah Per lajur

3,00

3,25

3,50

3,75

4,00

 

0,92

0,96

1,00

1,04

1,08

4 lajur tanpa pembatas median Per lajur

3,00

3,25

3,50

3,75

4,00

 

0,91

0,95

1,00

1,05

1,09

2 lajur tanpa pembatas median Dua arah

5

6

7

8

9

10

11

 

0,56

0,87

1,00

1,14

1,25

1,29

1,34

Sumber: MKJI, 1997

 

Faktor koreksi kapasitas untuk jalan yang mempunyai lebih dari 4 lajur dapat diperkirakan dengan menggunakan faktor koreksi kapasitas untuk kelompok jalan 4 lajur.

  • Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Gangguan Samping FCSF

Faktor koreksi untuk ruas jalan yang mempunyai bahu jalan didasarkan pada lebar bahu jalan efektif (Ws) dan tingkat gangguan samping yang penentuan klasifikasinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel Klasifikasi Gangguan Samping

Kelas Gangguan Samping Jumlah Gangguan Per 200 Meter Per Jam (Dua Arah) Kondisi Tipikal
Sangat Rendah < 100 Permukiman
Rendah 100 – 299 Permukiman, beberapa transportasi umum
Sedang 300 – 499 Daerah industri dengan beberapa toko di pinggir jalan
Tinggi 500 – 899 Daerah komersial, aktifitas pinggir jalan tinggi
Sangat Tinggi > 900 Daerah komersial dengan akifitas perbelanjaan pinggir jalan

Sumber: MKJI, 1997

Faktor koreksi kapasitas akibat gangguan samping (FCSF) untuk jalan yang mempunyai bahu jalan dapat dilihat pada tabel.

Tabel Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Gangguan Samping FCSF

Untuk Jalan yang Mempunyai Bahu Jalan

Tipe Jalan Kelas Gangguan Samping Faktor Koreksi Akibat Gangguan Samping dan Lebar Bahu Jalan
Lebar Bahu Jalan Efektif
≤ 0,5 1,0 1,5 ≥ 2,0
4-lajur 2-arah berpembatas median

(4/2 UD)

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

0,96

0,94

0,92

0,88

0,84

0,98

0,97

0,95

0,92

0,88

1,01

1,00

0,98

0,95

0,92

1,03

1,02

1,00

0,98

0,96

4-lajur 2-arah tanpa pembatas median

(4/2 UD)

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

0,96

0,94

0,92

0,87

0,80

0,99

0,97

0,95

0,91

0,86

1,01

1,00

0,98

0,94

0,90

1,03

1,02

1,00

0,98

0,95

2-lajur 2-arah tanpa pembatas median

(2/2 UD) atau jalan satu arah

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

0,94

0,92

0,89

0,82

0,73

0,96

0,94

0,92

0,86

0,79

0,99

0,97

0,95

0,90

0,85

1,01

1,00

0,98

0,95

0,91

Sumber: MKJI, 1997

Faktor koreksi kapasitas untuk gangguan samping untuk ruas jalan yang mempunyai kereb dapat dilihat pada tabel di bawah ini yang didasarkan pada jarak antara kereb dan gangguan pada sisi jalan (Wk) dan tingkat gangguan samping.

Tabel Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Gangguan Samping FCSF

Untuk Jalan yang Mempunyai Kereb

Tipe Jalan Kelas Gangguan Samping Faktor Koreksi Akibat Gangguan Samping dan Lebar Bahu Jalan
Lebar Bahu Jalan Efektif
≤ 0,5 1,0 1,5 ≥ 2,0
4-lajur 2-arah berpembatas median

(4/2 UD)

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

0,95

0,94

0,91

0,86

0,81

0,97

0,96

0,93

0,89

0,85

0,99

0,98

0,95

0,92

0,88

1,01

1,00

0,98

0,95

0,92

4-lajur 2-arah tanpa pembatas median

(4/2 UD)

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

0,95

0,93

0,90

0,84

0,77

0,97

0,95

0,92

0,87

0,81

0,99

0,97

0,95

0,90

0,85

1,01

1,00

0,97

0,93

0,90

2-lajur 2-arah tanpa pembatas median

(2/2 UD) atau jalan satu arah

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Tinggi

0,93

0,90

0,86

0,78

0,68

0,95

0,92

0,88

0,81

0,72

0,97

0,95

0,91

0,84

0,77

0,99

0,97

0,94

0,88

0,82

Sumber: MKJI, 1997

 

  • Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Ukuran Kota FCCS

Faktor koreksi FCCS dapat dilihat pada tabel di bawah ini dan faktor koreksi tersebut merupakan fungsi dari jumlah penduduk kota.

Tabel Faktor Koreksi Kapasitas Akibat Ukuran Kota (FCCS­)

Ukuran Kota (Juta Penduduk) Faktor Koreksi Untuk Ukuran Kota
< 0,1

0,1 – 0,5

0,5 – 1,0

1,0 – 1,3

> 1,3

0,86

0,90

0,94

1,00

1,03

   Sumber: MKJI, 1997

 

  1. Contoh Perhitungan Kapasitas Ruas Jalan

Berikut ini adalah contoh perhitungan kapasitas ruas jalan di Kota Bandung.

Lokasi Ruas                                     : Jalan Ir. H. Djuanda (persimpangan pertigaan Jalan Ganesha – Jalan Siliwangi, Bandung)

Tipe Jalan                                         : 4-lajur 2-arah dengan pembatas median (4/2 UD)

Lebar Jalan                                       : 6,20 meter (arah ke utara); 3,1 meter per lajur

5,80 meter (arah ke selatan); 2,9 meter per lajur

Lebar Median                                  : 0,8 meter

Gangguan Samping                         : rendah

Jarak Kereb-Gangguan Samping     : 1,0 meter

Data Tata Guna Lahan                    : daerah permukiman yang dilalui oleh angkutan umum

Data Jumlah Penduduk                   : 2 juta Jiwa

C = C0 x FCW x FCSP x FCSF x FCCS

 

Tabel Perhitungan Kapasitas Ruas Pergerakan Ke Arah Utara

No Parameter kondisi Nilai
1 (C0) Kapasitas dasar (smp/jam) 4/2 UD 3.300
2 (FCW) Faktor koreksi lebar jalan 3,1 m 0,92
3 (FCSP) Faktor koreksi gangguan samping Gangguan samping rendah dan jarak ke kereb 1 meter 0,96
4 (FCSF)Faktor koreksi pembagian arah Jalan satu-arah 1,00
5 (FCCS) Faktor koreksi ukuran kota 2 juta penduduk 1,00
(C) Kapasitas Aktual (smp/jam) 2.915

                Sumber: Tamin, 2000

 

Tabel Perhitungan Kapasitas Ruas Pergerakan Ke Arah Selatan

No Parameter kondisi Nilai
1 (C0) Kapasitas dasar (smp/jam) 4/2 UD 3.300
2 (FCW) Faktor koreksi lebar jalan 2,9 m 0,92
3 (FCSP) Faktor koreksi gangguan samping Gangguan samping rendah dan jarak ke kereb 1 meter 0,96
4 (FCSF)Faktor koreksi pembagian arah Jalan satu-arah 1,00
5 (FCCS) Faktor koreksi ukuran kota 2 juta penduduk 1,00
(C) Kapasitas Aktual (smp/jam) 2.915

                Sumber: Tamin, 2000

 

Daftar Pustaka

Dirjen Bina Marga, Dep. PU Indonesia. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Jakarta: PT. Bina Karya (Persero).

Tamin, Ofyar Z. 2000. Perencanaan & Pemodelan Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.